Majlis Tasbih, 26 Agustus 2016

Majlis Tasbih, 26 Agustus 2016

Pembicara : H. Muhammad Ichsan, S.Pd., M.Pd. Dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIDA Bogor

web3

SEJARAH SINGKAT, KEDUDUKAN, DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

 

EMIL KREBS

312
 

 


Emil Krebs adalah orang sangat jenius, selama hidupnya dia menguasai 68 bahasa secara fasih, baik berbicara maupun menulis. Ahli kebudayaan Cina berkebangsaan Jerman, lahir tahun 1867 di Lower Silesia di Freiburg ini sejak muda memiliki minat yang luar biasa untuk belajar bahasa asing. Saat lulus SMA, dia sudah mengetahui 12 bahasa. Dia menguasai beberapa bahasa secara sempurna sendirian, jauh melampaui program sekolah. Dia bisa belajar beberapa bahasa secara bersamaan. Menariknya, ia juga mempelajari teologi, filsafat, dan ilmu hukum. Dia bekerja di pengadilan, konsul,  dan penerjemah, tapi sepanjang hidupnya ia mengabdikan dirinya terutama untuk mempelajari bahasa, serta mengkaji pengetahuan tentang budaya dan sejarah dari berbagai bangsa.

Ingatkah Anda dengan pernyataan ini:

            Kami poetera dan poeteri Indonesia

            Mengakoe bertoempah darah satoe,

            Tanah Air Indonesia

            Kami poetera dan poeteri Indonesia

            Mengakoe berbangsa satoe,

            Bangsa Indonesia

            Kami poetera dan poeteri Indonesia

            Mendjoendjoeng bahasa persatoean,

            Bahasa Indonesia

 

Bahasa Indonesia dinyatakan lahir pada 28 Oktober 1928

Adanya bulan bahasa di bulan Oktober

Awalnya dari bahasa Melayu, serumpun dengan Malaysia

Kedudukan Bahasa Indonesia

Pada bab berapa dan pasal berapa dalam UUD 1945 Bahasa Indonesia dikukuhkan?

Bagaimana bunyinya?

Kedudukan BI

Bab XV, pasal 36 à “Bahasa negara adalah bahasa Indonesia”

Kedudukan: 1. BI sebagai Bahasa Nasional

  1. BI sebagai Bahasa Negara

Bahasa Nasional, bersumber pada sumpah pemuda

Bahasa Negara, bersumber pada UUD 1945

UU Nomor 24 Tahun 2009

Isinya tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan

Bahasa Indonesia  sebagai bahasa Resmi

Pasal 25, ayat (3):

         Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana dimaksud  pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.

Penggunaan
Bahasa Indonesia Tulis (1)

Pasal 31, ayat (1): Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara, instansi pemerintah RI, lembaga swasta Indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia. Ayat (2): Nota kesepahaman atau perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang melibatkan pihak asing ditulis juga dalam bahasa nasional pihak asing tersebut dan/atau bahasa Inggris.

Penggunaan
Bahasa Indonesia Tulis (2)

Pasal 34, Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam laporan setiap lembaga atau perseorangan kepada instansi pemerintahan.

Penggunaan
Bahasa Indonesia Tulis (3)

Pasal 35, ayat (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam penulisan karya ilmiah dan publikasi karya ilmiah di Indonesia.

Penggunaan
Bahasa Indonesia Tulis & Lisan

Pasal 33, ayat (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta.

Penggunaan
Bahasa Indonesia Lisan

Pasal 32, ayat (1): Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia. Ayat (2): Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.

Fungsi BI berdasar Kedudukannya

BI sebagai Bahasa Nasional, berfungsi:

  1. Lambang kebanggaan nasional
  2. Lambang identitas nasional
  3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar sos, bud, & bhs
  4. Alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah
  5. BI sebagai Bahasa Negara, berfungsi:
  6. Bahasa resmi kenegaraan
  7. Bahasa pengantar di lembaga pendidikan
  8. Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk pembangunan dan pemerintahan
  9. Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Fungsi lain bahasa secara umum

Fungsi umum bahasa à alat komunikasi manusia

Fungsi khusus  sesuai tujuan: fatik, konatif, emotif, kultural, politis, edukatif, mengatur diri, mengatur orang lain, interaksi, adaptasi, sosial, dsb.

  • Ragam Bahasa Indonesia

Ragam bahasa apa yang Anda tahu ???

Ragam BI à berdasar ….

Waktu

Media

Situasi

Bidang/tema

Daerah

 

  • Berdasar Waktu

Ragam Indonesia Lama

Ragam Indonesia Baru

  • Berdasar Media

Ragam Lisan

Ragam Tulis

Apa bedanya????

  • Beda Ragam Lisan dan Tulisan

Ragam Lisan:

Perlu kehadiran lawan tutur

Unsur gramatikal tidak lengkap

Terikat ruang dan waktu

Dipengaruhi pungtuasi, jeda, ritme suara

Ragam Tulis:

Tidak perlu kehadiran lawan tutur

Unsur gramatikal lengkap

Tidak terikat ruang dan waktu

Dipengaruhi oleh tanda baca / ejaan

  • Berdasar Situasi

Ragam Resmi/Formal/Ilmiah

Ragam Tidak Resmi/Informal/ Kasual

Ragam Akrab/Intim

Ragam Konsultatif

 

Ragam ILMIAH

Lisan dan Tulis

  1. Lisan à bunyi bahasa Indonesia yang bebas pengaruh dialek dan logat
  2. Tulis 

Digunakan untuk keperluan ilmiah/akademik

Diatur oleh aturan ilmiah à ejaan, diksi, kalimat, tata tulis baku

Ragam NONILMIAH

Lisan dan Tulis

Lisan à percakapan keseharian yang bebas aturan

Tulis à Untuk keperluan nonilmiah, seperti pribadi, keluarga, sosial

Tidak ada aturan ilmiah yang mengikat

So What Gitu Loooooh …

Simak dan Lakukan:

 

Berbahasa Indonesia yang BAIK dan BENAR

Bahasa Indonesia:

BAIK  nilai rasa tepat sesuai konteks situasi pemakaiannya

BENAR  menerapkan kaidah dgn konsisten

 

Dipost Oleh Super Administrator

No matter how exciting or significant a person's life is, a poorly written biography will make it seem like a snore. On the other hand, a good biographer can draw insight from an ordinary life-because they recognize that even the most exciting life is an ordinary life! After all, a biography isn't supposed to be a collection of facts assembled in chronological order; it's the biographer's interpretation of how that life was different and important.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar